Diejek Tetangga Selalu Beri Bayinya dengan Susu Formula, Mamah Muda Ini Gelap Mata Habisi Nyawa Anak

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Diejek Tetangga Selalu Beri Bayinya dengan Susu Formula, Mamah Muda Ini Gelap Mata Habisi Nyawa Anak

Monday, March 28, 2022 | March 28, 2022 WIB Last Updated 2022-03-29T02:43:57Z

 


 Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik



TRIBUNJABAR.ID, JEMBER - Teka-teki kematian seorang bayi yang baru berusia 30 hari yang ditemukan di dalam sumur akhirnya terungkap.

Sang bayi berinisial KNPM ini ternyata dilempar oleh ibu kandungnya sendiri, FN (25) ke dalam sumur di rumahnya.

Kepada polisi, sang mamah muda mengaku tega membunuh bayinya karena merasa sering diejek lantaran selalu memberikan susu formula kepada bayi KNPM yang baru berusia 30 hari itu.

Sebelumnya, KNP, seorang bayi yang baru berusia 30 hari ditemukan tak bernyawa di dalam sumur di Dusun Brego, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember, Rabu (23/3/2022).

Kasus ini terbongkar setelah adanya laporan hilangnya bayi berusia 30 hari melalui media sosial.

Polisi kemudian mendatangi rumah keluarga korban yang kehilangan bayi tersebut.

Saat didatangi, KNP sang bayi memang tidak ada di rumah itu.

Sebelumnya, bayi tersebut diketahui tidur bersama neneknya.

"Setelah penyisiran, bayi ditemukan berada di dalam sumur," kata Kapolsek Ambulu AKP Ma'ruf.

Sumur dimaksud berada di area dapur yang berada di dalam bangunan rumah.

Ada dinding pembatas bangunan rumah di sekeliling sumur.

"Anak usia segitu tidak mungkin jalan sendiri atau bermain sendiri. Makanya kami menyelidiki kasus ini," terang Ma'ruf.

Ma'ruf mengatakan pihaknya masih memeriksa beberapa saksi.

"Kami masih memeriksa beberapa saksi. Kami belum memeriksa keluarga karena masih berduka," ujar Kapolsek Ambulu AKP Ma'ruf kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (24/3/2022).

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jember, AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengungkapkan, awalnya FN tidak mengakui perbuatannya.

Namun pihaknya melakukan pemeriksaan secara intensif hingga akhirnya FN tak lagi bisa berbohong.

"Awalnya si ibu menutupi, setelah kami lakukan pemeriksaan intensif, dia akhirnya mengaku jika dirinya yang melempar anaknya ke sumur," ujar AKP Komang Yogi Arya Wiguna kepada Tribun Jatim Network melalui sambungan telepon, Sabtu (26/3/2022) malam.

Kronologis Kejadian

Sebelumnya bayi berusia 30 hari ditemukan meninggal di dalam sumur di Dusun Brego, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember, Rabu (23/3/2022).

Dari pengakuan FN, awalnya sekitar pukul 10.30 WIB, dia tidur bersama bayi dan ibunya (nenek sang bayi--red) di kasur lantai ruang tengah rumahnya.

Tak berselang lama, ibu FN ke luar rumah mengurusi baju yang dijemur.

Ketika tidak ada orang, FN bangun dan membawa bayinya yang sedang tidur ke area dapur rumahnya.

FN membuka penutup mulut sumur.

"Mulut sumur ditutup semacam kayu begitu. Kemudian, FN melempar anaknya. Lalu menutup mulut sumur lagi," ujar AKP Komang Yogi Arya Wiguna.

Sekitar pukul 11.00 WIB, FN panik. Dia mencari keberadaan sang anak. Bahkan pencarian melibatkan tetangga.

Hingga akhirnya pukul 13.00 WIB, bayi tersebut ditemukan di dalam sumur dalam kondisi sudah meninggal dunia.

"Si ibu kandung ini juga terlihat panik mendapati anaknya hilang," kata AKP Komang Yogi Arya Wiguna.

Kini, polisi sudah menetapkan FN sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polres Jember.

Polisi Dalami Keterangan Tersangka

Dari pengakuannya, FN mengatakan dia tega melempar bayinya ke sumur dalam rumahnya di Dusun Brego, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember, Rabu (23/3/2022) lalu karena sering diejek tetangga lantaran sering memberikan sang bayi dengan susu formula.

"Dia mengaku marah pada dirinya sendiri. Sebab merasa sering diejek akibat memberi bayinya susu formula. Dia mengaku ada masalah dengan ASI, sehingga tidak lancar menyusui, akibatnya memberi sang bayi susu formula," terang Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jember, AKP Komang Yogi Arya Wiguna pada Tribun Jatim Network, Sabtu (26/3/2022).

Saat ini, polisi masih mendalami kebenaran keterangan tersebut, seperti siapa orang yang mengejeknya.

"Apakah benar, terus siapa yang mengejek, apa tetangga, itu masih kami dalami," imbuhnya.

Ketika ditanya, apakah FN sadar saat melempar sang bayi, AKP Komang Yogi Arya Wiguna menjawab kalau FN sadar dan tahu perbuatan yang dia lakukan.

Kini FN sudah ditahan di Rutan Polres Jember. Polisi menetapkan tersangka FN, setelah 1x24 jam melakukan pemeriksaan terhadapnya sejak Jumat (25/3/2022).

KP Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan sebelum menetapkan FN sebagai tersangka, pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada keluarga inti bayi KNP tersebut.

"Sudah. Dari hasil pemeriksaan, ditetapkan FN (ibu kandung korban) sebagai tersangka," ujar AKP Komang Yogi Arya Wiguna melalui pesan percakapan.

Sebelumnya, pada Jumat (25/3/2022), polisi telah membawa semua orang yang tinggal serumah dengan bayi Nisa. Mereka adalah ayahnya A, ibu FN, juga kakek dan neneknya.

Mereka dimintai keterangan.

Dari informasi yang dihimpun Tribun Jatim Network, FN beberapa kali diketahui kesurupan.

Dalam wawancara sebelumnya dengan Kapolsek Ambulu AKP Maruf, beberapa tetangga yang dimintai keterangan menyebutkan jika FN kerap kesurupan.

"Kerap kesurupan. Kalau secara usia, ibu ini sudah cukup usia, 25 tahun," kata AKP Maruf.

Diolah dari artikel yang telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Ibu di Jember Panik Bayinya yang Masih Berusia 30 Hari Hilang, Ternyata Dilempar Sendiri ke Sumur

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Ibu Kandung Jadi Tersangka Tewasnya Bayi Usia 30 Hari di Sumur Jember, Tetangga Sebut Soal Kesurupan

×
Berita Terbaru Update