Lagi Asyik Jongkok di Toilet, Alat Kelamin Pria Ini Tiba-tiba Dimakan Ular Piton, Begini Nasibnya

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Lagi Asyik Jongkok di Toilet, Alat Kelamin Pria Ini Tiba-tiba Dimakan Ular Piton, Begini Nasibnya

Thursday, March 24, 2022 | March 24, 2022 WIB Last Updated 2022-03-25T05:51:54Z

 


 Seorang pria mengalami peristiwa yang tidak akan dilupakan seumur hidupnya.



Bagaimana tidak, lagi asyik jongkok di toilet, tiba-tiba alat kelaminnya di patok ular piton milik tetangganya.

Peristiwa tak terduga sekaligus menakutkan ini terjadi di Austria.

Korban yang berusia 65 tahun itu digigit ketika menuju ke kamar mandi apartemennya.

Polisi setempat memberikan keterangan, korban baru saja duduk di klosetnya ketika merasakan "cubitan" di sekitar alat kelaminnya.

Dia langsung refleks dan bangkit dari toilet.

Saat itulah dia lihat seekor ular piton albino sedang menatapnya.

Pria itu langsung menelepon polisi, yang bergegas datang bersama pakar reptil setempat dan mengeluarkan hewan sepanjang 1,5 meter itu dari lubang toilet.

Sedangkan korban dilaporkan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Dokter menyatakan dia hanya mengalami luka kecil.

Dokter menerangkan seperti diberitakan Daily Mail, untungnya gigitan piton tidak beracun.

Meski begitu, mereka tetap berusaha waspada karena ada kemungkinan gigitan di alat kelamin itu bercampur bakteri dari toilet.

Si pakar, Werner Stangl, menuturkan ularnya juga tidak terluka.

Setelah dibersihkan, reptil itu dikembalikan kepada pemiliknya yang notabene tetangga korban.

Petugas menjelaskan, tetangga korban memelihara sebelas ekor ular tak berbisa dan kadal di apartemennya.

Tampaknya, si pemilik tidak menyadari bahwa pitonnya kabur dan baru mengetahuinya setelah polisi datang dan mengembalikan hewan piaraannya itu.

Pemilik piton itu mengatakan, dia tidak paham bagaimana bisa peliharaannya tersebut kabur, masuk lubang toilet, dan menggigit tetangganya.

Kepada korban Austria Salzburger Nachrichten, Stangl berkata selama 40 tahun menangani reptil, dia belum pernah melihat insiden aneh seperti itu.

Adapun pemilik ular piton itu dibawa polisi ke jaksa penuntut atas tuduhan kecerobohan yang menyebabkan seseorang terluka.

Hendak Buang Air Besar di Sungai, Seorang Ibu Tewas Dililit Ular Piton 6 Meter

Ular piton yang melilit ibu rumah tangga di Jembatan Asoi Kelurahan Sabak Iliar Kecamatan Muara Sabak Timur hingga tewas. (tribunjambi/abdullah usman) 

Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Jambi meninggal dunia setelah dililit ular piton sepanjang 6 meter.

Serangan ular terjadi saat korban hendak buang air besar (BAB) di Sungai Siau, Jembatan Kotaraja, Kelurahan Muara Sabak Ilir, Kecamatan Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi pada Selasa (8/2/2022) sekitar pukul 5.30 WIB.

Korban bernama Indo Batari (90) warga Jalan Inpres, RT 06/RW 03, Kelurahan Muara Sabak Timur.

"Korban meninggal diserang ular piton dengan ukuran sekitar 6 meter," kata Kapolsek Sabak Timur, AKP Budi Santoso melalui sambungan telepon, Selasa (8/2/2022).

Ia mengatakan kronologi kejadian berawal saat korban hendak buang air besar di sungai yang tidak jauh dari rumah korban.

Namun saat ingin masuk jamban, tiba-tiba korban diserang ular piton berukuran besar, dengan panjang sekitar 6 meter.

Ular menggigit kaki kanan korban lalu membelit tubuhnya.

Kejadian ini terungkap setelah anak korban, Indo Raja, menyusul ke TKP karena korban tak kunjung pulang ke rumah.

Saat di lokasi, Indo Raja sudah melihat ibunya dililit ular.

  
Dia segera mencoba menyelamatkan korban dengan menarik tangan ibunya. Namun lilitan ular itu sangat kuat sehingga Indo Raja meminta pertolongan ke tetangga.

Saksi lain yang merupakan tetangga korban, Muhammad Hamzah datang membawa tombak bersama warga lain. Mereka berhasil membunuh ular tersebut dan mengamankan korban dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

"Akibat kerjadian tersebut korban meninggal dunia dengan luka gigitan di bagian kaki, wajah, dan leher sebelah kiri," kata Kapolsek Budi Santoso.

Tim pihak kepolisian telah melakukan olah TKP dengan menurunkan 4 personil, lalu melakukan evakuasi, menyambangi rumah korban dan mengamankan ular phyton.

Pihak kepolisian juga menyampaikan himbauan kepada keluarga korban dan warga untuk lebih berhati-hati saat beraktifitas di tepi sungai karena bahaya ular, buaya dan hewan lain yang berada di sungai guna antisipasi terjadinya kejadian serupa.

Kapolsek juga telah berkoordinasi dengan BKSDA Kabupaten Tanjab Timur untuk membuat plang atau Rambu Larangan beraktifitas di areal sekitar sungai karena bahaya Ular, Buaya dan hewan lainnya.

"Korban hari ini juga segera untuk dimakamkan di TPU RT 22 Desa Siau Dalam," tutup Budi.


×
Berita Terbaru Update