Bripda Randy Divonis 2 Tahun Penjara dalam Kasus Aborsi Novia Widyasari

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bripda Randy Divonis 2 Tahun Penjara dalam Kasus Aborsi Novia Widyasari

Saturday, April 30, 2022 | April 30, 2022 WIB Last Updated 2022-04-30T11:56:27Z

 


 Bripda Randy Bagus Hari Sasongko (21) dijatuhi vonis dua tahun penjara dalam kasus pemaksaan aborsi terhadap Novia Widyasari Rahayu.


Dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto, Kamis (28/4/2022), Majelis hakim PN Kabupaten Mojokerto menilai bahwa Randy terbukti terlibat dalam aborsi terhadap mahasiswi Novia.

"Menyatakan terdakwa Randy Bagus Hari Sasongko terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, sengaja menyebabkan gugurnya kandungan seorang perempuan sesuai dalam dakwaan jaksa penuntut umum," kata Majelis Hakim, Sunoto, Kamis, dikutip dari Tribun Mojokerto.

Terdakwa Randy juga terbukti terlibat aktif dan turut serta dalam aborsi terhadap Novia.

Dalam fakta persidangan, Randy adalah orang yang mentransfer uang untuk membeli obat penggugur kandungan (Cytotex).

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Randy Bagus Hari sasongko pidana penjara selama dua tahun," kata Sunoto.

Dalam memvonis Randy, majelis hakim mempunyai faktor yang memberatkan dan meringankan.

Randy dinilai telah meresahkan masyarakat dengan statusnya sebagai anggota Polri aktif di Polres Pasuruan.

Adapun hal yang juga memberatkan yaitu Randy tidak mengakui perbuatannya.

yaitu Randy tidak mengakui perbuatannya.

"Perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat, terdakwa tidak mengakui kesalahannya dan yang meringankan terdakwa belum pernah dipidana dan bertindak sopan saat sidang," kata Sunoto.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim ini jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kabupaten Mojokerto.

Dalam persidangan sebelumnya, JPU menuntut terdakwa Randy tiga tahun enam bulan penjara.

"Kami mendakwa dua Pasal 348 dan juncto 53 yang maksimal dikurangi sepertiga jadi 3 tahun dan 6 bulan untuk pasal yang sangkakan yang itu sudah maksimal," ujar JPU Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto, Ivan Yoko Wibowo.

Randy Bagus Hari SasongkoRandy Bagus Hari Sasongko (Twitter)

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa, Elisa Endarwati, mengaku kecewa dengan putusan majelis hakim tersebut.

Elisa menyampaikan bahwa pihaknya bakal mengajukan banding atas putusan itu

"Putusan ini keberatan kita akan ajuka banding," kata Elisa.

Sebab, menurut Elisa, pertimbangan hukuman hingga vonis dijatuhkan tidak menerangkan bukti otentik tentang kehamilan Novia.

"Tidak ada bukti otentik secara medis tidak pernah ada (Kehamilan) itu yang kita ragukan di mana perbuatan Randy yang melakukan," ujar dia.

Kasus meninggalnya mahasiswi bernama Novia Widyasari Rahayu atau NWR (23) karena bunuh diri di dekat makam ayahnya di Sooko, Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (2/12/2021), ditangani dengan serius.

Novia diduga bunuh diri dengan meminum racun berisi campuran potasium. Ia disebut mengakhiri hidupnya karena mengalami tekanan mental atau depresi.

Novia sendiri memiliki hubungan asmara dengan Bripda Randy Bagus.

Randy diduga kuat menjadi penyebab Novia mengalami tekanan mental atau depresi sehingga membuat Novia nekat mengakhiri hidup.

Randy disebut terlibat dua kali melakukan aborsi terhadap janin di dalam kandungan Novia.

Akibat perbuatannya itu, Bripda Randy dijerat Pasal 348 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara karena diduga memaksa Novia untuk melakukan aborsi.

Randy sendiri saat ini telah dipecat dari Polri pada 27 Januari 2022.

×
Berita Terbaru Update