Dianggap Provokator, Emak-emak Ini Jadi Public Enemy Pengeroyokan Ade Armando, Warganet: Lebaran di Penjara

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dianggap Provokator, Emak-emak Ini Jadi Public Enemy Pengeroyokan Ade Armando, Warganet: Lebaran di Penjara

Tuesday, April 12, 2022 | April 12, 2022 WIB Last Updated 2022-04-12T11:53:34Z

 


 Pegiat media sosial, Ade Armando jadi korban pengeroyokan hingga babak-belur ketika mengikuti aksi di depan Gedung DPR RI, Senin (11/4/2022).



Tak hanya babak-belur, dosen Universitas Indonesia itu bahkan nyaris ditelanjangi massa aksi sebelum akhirnya dievakuasi petugas kepolisian.

Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) telah menciduk beberapa kelompok yang diduga menjadi pengeroyok pegiat sosial yang juga akademisi Ade Armando.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan, pihaknya telah menangkap beberapa kelompok yang diduga menjadi pelaku pengeroyokan terhadap pegiat sosial Ade Armando di kawasan Gedung DPR RI pada Senin (11/4/2022).

Selain terduga pelaku pengeroyokan, seorang emak-emak juga menjadi public enemy di sejumlah media sosial usai disebut sebagai provokator sebelum aksi bengis itu terjadi.

"Sekalian emak-emak ini angkut bapak-bapak," tulis unggahan akun Instagram @h3ll_4ng3ls_reb0rn.

Beragam komentar membanjiri unggahan tersebut. Tak sedikit yang menyebut jika emak-emak tersebut tinggal diciduk polisi.
"Kandangin biar lebaran di dalam penjara," tulis akun @dwi_***.
"Buntut2nya mewek sambil siapin materai," tulis @andianiu****.
"Tangkap saja pembuat rusuh di bulan puasa," tambah @a.miratno****.
"Harus ada tindakan tegas, kasi hukuman setimpal. Provokator pemukulan," timpal @loydear****.
Sementara Fadil Imran memastikan juga akan mendalami siapa saja yang melakukan provokasi, termasuk emak-emak yang memprovokasi massa untuk menganiaya Ade Armando.

Karena dari teriakan itu mengakibatkan penganiayaan dan melukai Ade Armando hingga terkapar."Kami pelajari ada orang yang menggerakkan, ada yang memprovokasi," tegas jenderal polisi bintang dua tersebut.

×
Berita Terbaru Update