Ibu Curiga Berat Badan Anak Turun 18 kg, Kaget Putra Tunggal Derita Ini, Tak Pernah Tunjukkan Sakit

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ibu Curiga Berat Badan Anak Turun 18 kg, Kaget Putra Tunggal Derita Ini, Tak Pernah Tunjukkan Sakit

Saturday, April 9, 2022 | April 09, 2022 WIB Last Updated 2022-04-10T06:36:04Z

 


 Seorang ibu curiga melihat perubahan drastis pada tubuh anaknya.



Biasa terlihat segar dengan badan berisi, sang anak kini tiap hari makin kurus.

Padahal porsi makannya tetap banyak.

Hingga akhirnya si ibu syok mengetahui apa yang terjadi pada putra tunggalnya.

Kisah ini dibagikan oleh seorang ibu bernama Zawati Sembok.

Melansir mStar, ibu yang akrab disapa Wati tersebut melihat adanya perubahan pada tubuh sang putra sejak awal Januari 2022 lalu.

Sang putra yang bernama Amir Aidil Yushairi Mohd Isa ini terlihat semakin kurus.

Aidil makin kurus padahal makan banyak, ibu curiga (mStar)

Aidil awalnya juga mengalami demam sekitar satu minggu.

Tubuhnya tampak lemas dan pucat.

Melihat kondisi sang anak, Wati akhirnya mengajak Aidil untuk cek dara.

"Awal tahun baru ini anak saya demam sekitar satu minggu. Saya seidh melihat badannya lesu dan wajahnya sangat pucat. Saya memutuskan membawanya ke klinik untuk cek darah," ujar Wati.

Wati khawatir melihat kondisi sang putra yang semakin kurus padahal porsi makan tetap banyak.

"Saya cek takut ada penyakit. Nafsu makan juga tidak ada masalah, tapi badan makin kurus. Saya khawatir melihat keadaannya," lanjut Wati, seperti yang TribunNewsmaker.com kutip dari mStar.

Terlebih dulu Aidil memiliki badan yang gemuk.

Namun belakangan badan Aidil makin kurus tetapi masih aktif main bola.

"Dulu anak saya ini gemuk. Tapi beberapa bulan terakhir ini badan dia semakin kurus. Dia juga masih beraktivitas seperti biasa dan tetap main bola dan olahraga," beber Wati.

Tiga hari setelah Aidil melakukan cek darah, Wati menerima hasilnya pada 16 Januari 2022 lalu.

Diketahui kalau Aidil ternyata mengidap Chronic Myloid Leukemia.

Bak tersambar petir, Wati syok tahu sang putra menderita penyakit yang cukup serius.

Berat badan turun 18 kg, Aidil idap penyakit leukemia (mStar)

Ia pun kerap menangis mengignat penyakit yang diderita Aidil.

Seolah tak percaya dengan hasil lab, Wati memutuskan untuk mengajak Aidil melakukan pemeriksaan di rumah sakit swasta.

Hasilnya tetap sama, dokter mengatakan kalau Aidil menderita Leukemia.

"Setelah 3 hari, saya mendapatkan hasil cek darah dari Path Lab yang menyatakan bahwa anak saya menderita penyakit leukemia. Tapi saya masih tidak bisa menerima kenyataan.

Jadi saya bawa hasil cek darah anak saya ke dokter di rumah sakit swasta. Tapi dokter juga memvonis kalau anak saya mengidap leukemia," pilu Wati.

Mengetahui penyakit yang diidap sang anak, Wati hanya bisa menangis.

Ia tak sanggup menyampaikan kabar tersebut kepada Aidil.

Hingga akhirnya Wati menjemput Aidil dari asrama sekolah untuk pergi ke rumah sakit.

Wati meminta dokter sendiri yang menjelaskan soal penyakit tersebut ke pemuda berusia 17 tahun ini.

Menderita leukemia, saat ini Aidil masih dalam perawatan tahap awal yakni dengan mengonsumsi obat-obatan.

Aidil sendiri belum disarankan melakukan kemoterapi oleh dokter.

Wati yang hanya berdagang kecil-kecilan ini terpaksa mengantar jemput Aidil yang bersekolah di Sekolah Ahama Tahfiz Kampung Laut, Kuala Terengganu, untuk melakukan perawatan di rumah sakit.

Berat badan turun 18 kg, Aidil idap penyakit leukemia (mStar)

"Setelah anak saya divonis kanker, dia dirawat di Rumah Sakit Sultanah Nur Zahirah dekat Kuala Terengganu. 10 hari anak saya mengonsumsi obat untuk kemoterapi. Harga satu obat untuk 14 biji sekitar RM5166 (sekitar Rp 17 juta). Tapi obat tersebut masih gratis karena dari rumah sakit pemerintah dan anak saya masih berstatus murid," jelas Wati.

Yang membuat hati Wati semakin pilu yakni Aidil tak pernah mengeluh sakit.

Ketika ditanya bagaimana kondisinya, Aidil selalu menjawab 'oke'.

"Walaupun beratnya sudah turun dari 70 kg menjadi 52 kg, dia tidak pernah mengeluh sakit. Ketika saya tanya dia hanya menjawab 'OK' saja," ujar Wati.

Saat ini Aidil tidak boleh makan makanan padat seperti nasi.

Sebagai gantinya, Aidil harus mengonsumsi makanan lembut dan berkuah karena ada banyak sariawan di dalam mulutnya.

Membagikan cerita tersebut di TikTok, Wati mendapatkan banyak dukungan dan doa dari netizen.

Wati hanya berharap usaha dan ikhtiarnya untuk sang anak membuahkan hasil.

Wati juga bersyukur banyak yang memberikan support secara fisik dan mental kepadanya.

Saat ini Wati hanya berharap bisa merayakan Idul Fitri bersama di tahun ini.

Bahkan ia sudah lebih dulu membeli baju lebaran untuk keluarganya.

"Papanya (ayah Aidil) selalu menunjukkan kalau ia kuat di depan anak. Namun siapa yang tahu isi hatinya. Takut kalau Aidil harus dirawat lagi, tahun ini kami membeli baju lebaran lebih awal. Semoga kami sekeluarga bisa berpuasa dan menyambut lebaran bersama di tahun ini," pungkas Wati.

×
Berita Terbaru Update