Bocah Pesan Jam Tangan Rp 300 Ribu Secara Online dengan Sistem COD, Publik Sayangkan Reaksi Sang Ibu: Kasihan Anaknya

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bocah Pesan Jam Tangan Rp 300 Ribu Secara Online dengan Sistem COD, Publik Sayangkan Reaksi Sang Ibu: Kasihan Anaknya

Friday, May 27, 2022 | May 27, 2022 WIB Last Updated 2022-05-28T03:07:07Z

 


 Beli barang online memang menjadi hal yang mudah dan praktis, bahkan anak-anak sekalipun terkadang bisa mengoperasikannya.



Namun kemudahan berbelanja secara online bisa jadi bumerang jika anak-anak membeli sebuah barang tanpa diawasi orangtua.

Seperti seoang anak yang membeli sebuah jam tangan dengan sistem bayar di tempat atau cash on delivery (COD) tanpa sepengetahuan orangtua.

Video anak tersebut diunggah di berbagai media sosial, salah satunya akun Instagram @underc0ver.

Orangtua Syok, Anak Kena Marah

Pada video tersebut terlihat anak perempuan yang murung saat dimarahi oleh ibunya. Sambil berdiri, anak tersebut hanya terdiam mendengarkan amarah sang ibu.

Anak perempuan tersebut rupanya baru saja membeli sebuah jam tangan di marketplace melalui sistem COD.

Anak dimaahi usai chekout jam (Instagram/underc0ver)
Anak dimaahi usai chekout jam (Instagram/underc0ver)

"Anak ini memesan jam tangan secara online seharga Rp 300 ribu dengan sistem pembayaran COD, orangtua syok," tulisan dalam video.

Pada video tersebut terdengar ibu yang tengah memarahi anaknya. Suara perempuan itu terdengar geram dan meminta anaknya untuk bertanya terlebih dahulu sebelum membeli.

"Kalau mau apa-apa tanya dulu, jangan asal beli aja neng," ujar sang ibu.

"Emang punya duit buat bayarnya, terus kenapa beli begituan, punya duit juga enggak siapa yang mau bayar itu hah?" tambah sang ibu.

Mendengar amarah sang ibu, si anak hanya terdiam berdiri sambil memegang bantal guling.

Anak dimaahi usai chekout jam (Instagram/underc0ver)
Anak dimaahi usai chekout jam (Instagram/underc0ver)

Video anak tersebut mendapatkan berbagai respons publik.

Meski anak perempuan yang membeli jam tersebut salah, banyak warganet yang malah menyayangkan tindakan si ibu yang memberi akses HP dan malah memvideokan anak.

"Ngapain kasih HP buat anak kalau begitu," komentar warganet.

"Ya harusnya enggak perlu divideoin gitu kasihan ah," imbuh warganet lain.

"Jangan diposting juga bu, kasihan mental itu anak," tulis warganet di kolom komentar.

"Anak sendiri malah diviralin," timpal lainnya.

"Tidak harus dipost, pikirkan juga kesehatan psikis dan juga mental anak Anda, itu juga kelalaian orangtua dalam mendampingi anak, dengan vidio itu seakan akan itu sepenuhnya salah anaknya saja," balas warganet.

Saat berita ini dibuat, video tersebut telah disukai ratusan kali dengan puluhan komentar dari warganet. 

×
Berita Terbaru Update