histats.com

 


KISAH Seorang Ibu Kerja Jadi Tukang Cuci Piring di Rumah Anaknya, Kini Dilaporkan ke Polisi

 KISAH Seorang Ibu Kerja Jadi Tukang Cuci Piring di Rumah Anaknya, Kini Dilaporkan ke Polisi.



Kasus seorang anak mempolisikan ibunya kembali terjadi.

Kali ini, nasib pilu dialami seorang ibu berninisial AL (68) yang merupakan warga Pandan Salas, Mayura, Cakranegara, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

AL dilaporkan ke pihak berwajib oleh buah hatinya sendiri, S.

Padahal, selama ini AL bekerja sebagai pengasuh dan tukang cuci piring di rumah anaknya itu.

Dilansir dari TribunPekanbaru.com pada Selasa (26/4/2022), diketahui AL  dilaporkan oleh anaknya sendiri atas kasus pencurian ponsel.

Informasi yang dihimpun, berdasarkan penyidikan, AL ternyata tidak pernah dibayar dan diberi uang oleh anaknya.

Itulah yang membuat AL nekat mencuri ponsel milik S untuk melunasi hutang.

Atas laporan yang dilayangkan oleh anaknya itu, AL diamankan pihak berwajib di kediamannya.

"Pelaku kami amankan di rumahnya, dan berdasarkan pengakuannya, pelaku mengaku telah melakukan pencurian," Kapolsek Sandubaya Kompol Moh Nasrullah, Senin (25/4/2022).

Pelaku mengaku nekat mencuri ponsel S dengan cara masuk ke dalam kamar yang pada saat itu tidak terkunci.

Kemudian ponsel diambil di tempat tidur dan langsung kabur.

Sebenarnya kejadian sudah berlangsung Desember tahun 2021 lalu, S melapor ke Polisi telah kehilangan ponsel dengan kerugian sekitar Rp 4,5 juta.

Setelah diselidiki, hilangnya ponsel tersebut mengarah pada AL dan kini sudah diakui.

Nasrullah menjelaskan, AL awalnya disangkakan pasal 362 KUHP.

Akan tetapi setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut maka sangkaannya berubah ke pasal 367 tentang pencurian di dalam keluarga.

Akhirnya permasalahan tersebut diselesaikan dengan jalan Restorative Justice (RJ).

Kasus Serupa

Dikutip dari kompas.com, kejadian ibu dilaporkan anak pada pihak berwajib juga pernah terjadi di Demak, Jawa Tengah.

Seorang ibu asal Demak harus menelan pil pahit karena ulah anaknya yang menjebloskan dirinya ke penjara.

S (36), warga Demak, Jawa Tengah, terpaksa harus mendekam di sel tahanan Polres Demak setelah dilaporkan anak kandungnya atas kasus penganiayaan.

Atas perbuatannya, S terancam hukuman lima tahun penjara.

S menceritakan, kejadian itu berawal saat anaknya datang ke rumahnya hendak mengambil pakaiannya.

Selama ini, anaknya tinggal bersama mantan suaminya di Jakarta.

Saat ke rumahnya, A datang bersama dengan mantan suaminya.

Saat hendak mengambil pakaianya, ternyata pakaian A sudah disingkirkan oleh S.

Hal itu dilakukannya karena jengkel dengan sikap anaknya yang telah membenci dirinya.

"Sejak ikut mantan suami, anak saya ini selalu menentang. Karena jengkel semua pakaiannya saya buang,” kata S saat ditemui Kompas.com di Mapolres Demak, Jumat (8/1/2021).

Mengetahui pakaiannya sudah dibuang, A pun kemudian marah dan mendorong ibunya hingga terjadi pertengkaran antara keduanya.

“Secara refleks saya pegang kerudungnya dan wajahnya kena kuku saya,” ujar S.

Tidak terima dengan perlakuan ibunya, A kemudian melaporkannya ke polisi.

Polisi yang mendapat laporan itu mencoba melakukan mediasi.

Namun, korban tetap bersikeras melaporkan ibunya hingga akhirnya pelaku ditangkap.

"Pelaku kita jerat Pasal 44 ayat 1 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT subsider Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan, ancaman hukuman 5 tahun penjara,” kata Kepala Bagian Operasional Satreskrim Polres Demak Iptu Mujiono.

More Articles

 


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "KISAH Seorang Ibu Kerja Jadi Tukang Cuci Piring di Rumah Anaknya, Kini Dilaporkan ke Polisi"

Post a Comment