Alasan Ilmiah Mengapa Jenazah Mendiang Eril Masih Utuh Meski Tenggelam di Sungai Selama 14 Hari

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Alasan Ilmiah Mengapa Jenazah Mendiang Eril Masih Utuh Meski Tenggelam di Sungai Selama 14 Hari

Friday, June 10, 2022 | June 10, 2022 WIB Last Updated 2022-06-10T09:07:47Z

 


 Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan bagaimana jenazah putra sulungnya Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril masih dalam kondisi utuh walau tenggelam di sungai selama 14 hari.



Kang Emil, sapaan akrabnya, melihat langsung kondisi jenazah mendiang Eril di rumah Sakit Bern di Swiss.

"Alhamdulillah, di rumah sakit Bern, sewaktu-waktu setelah memandikan jenazah Eril," kata kang Emil melalui status pada akun Instagram pribadinya, Jumat (10/6/2022).

Ia mengatakan, ada penjelasan ilmiah mengapa jenazah Eril masih utuh meski berminggu-minggu di dalam air.

Unggahan Ridwan Kamil. (Instagram/ridwankamil)
Unggahan Ridwan Kamil. (Instagram/ridwankamil)

"Penjelasan secara alami mengapa jasadnya masih utuh: Sungai Aare yang sedingin kulkas dan minim fauna, membuat jasadnya terjaga setelah membeku sehingga tetap utuh walau berada di dasar selama 14 hari," jelasnya.


Secara ilmiah, jenazah memang lebih cepat membusuk di daratan daripada di air. Itu terjadi karena suhu di air lebih dingin dan faktor lingkungan anaerobik atau tidak ada oksigen.


Namun begitu tubuh dikeluarkan dari air, kemungkinan pembusukan akan menjadi lebih cepat.Dikutip dari NCBI, perubahan kondisi jenazah yang tenggelam tidak hanya dipengaruhi suhu udara, tetapi juga arus serta hambatan dan struktur perairan, baik alam maupun buatan, yang dapat menempel pada jenazah.

Sifat anaerobik dari sifat basah akibat terendam dapat mengakibatkan pembentukan adipocere, proses dari transformasi lipid yang tidak lengkap oleh bakteri.


Spesies serangga dan hewan yang memakan sisa-sisa tubuh berbeda pada tubuh yang terendam.

Ahli patologi forensik dan penyelidik kematian medikolegal harus menyadari perubahan postmortem yang mungkin terjadi pada tubuh yang tenggelam.


Apabila perairan dangkal bisa menyebabkan tangan, lutut, bagian punggung kaki, dan dahi dari jenazah dapat terseret di sepanjang dasar air. Akibatnya, menimbulkan lecet kulit postmortem yang mungkin sulit dibedakan dengan cedera antemortem.

×
Berita Terbaru Update