Viral Usai Curhat Pasang Kateter ke Pasien Cakep, Unisa Yogyakarta Tarik Mahasiswanya dan Minta Maaf ke RSUD Wonosari

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Viral Usai Curhat Pasang Kateter ke Pasien Cakep, Unisa Yogyakarta Tarik Mahasiswanya dan Minta Maaf ke RSUD Wonosari

Wednesday, June 1, 2022 | June 01, 2022 WIB Last Updated 2022-06-01T14:24:35Z

 


 Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta akui bahwa mahasiswi praktik di RSUD Wonosari yang viral di Tiktok adalah mahasiswi mereka.



Kepala Biro Humas dan Protokol Unisa Yogyakarta Sinta Maharani menyatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan
Kepala Prodi Keperawatan dan Dekanat Fikes kampus setempat.

"Benar itu mahasiswa Unisa Yogyakarta. Pada prinsipnya, prodi sudah melakukan beberapa langkah," kata dia, Rabu (1/6/2022) sore.

Langkah yang dimaksud oleh Sinta, antara lain menegur mahasiswa tersebut terkait dengan konten yang telah dibuat.

Selain itu, kampus menarik mahasiswa tersebut dari tempat praktik kliniknya. Kampus juga telah memohon maaf ke rumah sakit, tempat praktik klinik secara non formal.

"Besok akan segera dilakukan pertemuan dengan direktur dan kadiklat rumah sakit tersebut," lanjut Sinta.

Menurut Sinta pada prinsipnya, sebelum terjun di klinik mahasiswa Unisa Yogyakarta sudah melakukan janji praNers dan telah diberikan pembekalan dengan pembekalan PANUM.

Pembekalan PANUM yaitu pembekalan etik, termasuk menjaga privasi klien, keselamatan kerja, keselamatan pasien dan mereka sudah melakukan uji praklinik.

Sebelumnya diberitakan, Seorang tenaga kesehatan viral di Tiktok, karena curhat pengalamannya memakaikan kateter urin bagi pasien laki-laki. 

Dalam video tersebut, perempuan dengan akun tiktok @moditabok (sudah diganti menjadi @yourbabay) tersebut bermasker dan mengenakan kacamata. 

Di tengah video yang disertai emotikon api membara itu, ia menuliskan beberapa kalimat. 

"Ketika aku harus masang kateter urin/DC untuk pasien cowok. Mana udah cakep, seumuran lagi," tulisnya dalam video. 

Lewat pantauan komentar berikut balasannya, sejumlah pengguna media sosial kemudian berpendapat bahwa apa yang dilakukan oleh pengunggah video adalah tindakan melanggar kode etik profesi perawat.

Selain itu, pengunggah dinilai telah melakukan dugaan tindak pelecehan seksual terhadap pasiennya tersebut. 

×
Berita Terbaru Update