BAYI 6 Bulan Diajak Motoran Tegal-Surabaya Demi Nonton Bola, Meninggal, Ayah: Cukup Saya yang Tolol

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

BAYI 6 Bulan Diajak Motoran Tegal-Surabaya Demi Nonton Bola, Meninggal, Ayah: Cukup Saya yang Tolol

Saturday, August 6, 2022 | August 06, 2022 WIB Last Updated 2022-08-07T06:19:10Z

 


 Pilu nasib bayi 6 bulan yang meninggal buntut dibawa orangtuanya naik motor dari Tegal ke Surabaya demi nonton tim bola kesayangan bertanding.



Orangtua memilih naik motor karena keberatan dengan biaya naik mobil yakni Rp 2 juta.


Ayah bayi tulis penyesalan namun malah menuai kritik bahkan murka dari netter, mengapa?

Kisah tragis datang dari Tegal, Jawa Tengah.

Pasangan suami istri (pasutri) harus kehilangan bayinya yang baru berusia 6 bulan setelah menyaksikan klub bola kesayangan di Surabaya.

Pasutri berinisial FJ (38) dan RA (37) itu mengajak bayi untuk berkendara dari Tegal ke Surabaya, Jawa Timur menggunakan motor demi menyaksikan tim bola andalan.

"Kalau naik mobil habisnya kan sekitar Rp 2 juta. Jadi saya pilih naik motor dari tegal hari Sabtu (31/7) pukul 17.38 WIB," kata FJ.

Dalam perjalanan ke Surabaya, FJ mengaku sudah berhenti sebanyak tiga kali di Kota Pekalongan, Kudus, dan Tuban.

Hingga ia pun sampai di Surabaya pukul 07.10 WIB.

"Dari Tuban, saya langsung ke Surabaya karena sudah menyewa tempat penginapan harian di daerah Dukuh Kupang,” bebernya.

Ia pun melihat, pukul 07.10 WIB, anaknya itu masih tampak sehat dan menyusu pada ibunya.

“Saya juga sempat beli bubur ayam untuk ibunya. Setelah itu, istri saya memandikan anak saya terus kemudian menyusu lagi," jelas FJ.

Ia menjelaskan, setelah proses menyusui, setelah dimandikan itulah, bayinya sudah tak mau minum susu kembali.

Sebab, saat itu sang bayi batuk-batuk disertai dahak.


“Karena batuk terus, saya kasih Vicks di bagian dada dan punggungnya. Hingga pukul 08.30 WIB sampai pukul 9, kok masih batuk terus, nangis terus, rewel terus kayak kelelahan. Akhirnya saya bawa ke Rumah Sakit," ujarnya.

Kronologinya, FJ sempat membawa bayi ke RS Marinir di Gunungsari.

Tidak berhenti sampai situ, bayinya dirujuk ke RSAL Surabaya.

Di rumah sakit itu, suasana berubah menjadi duka. Bayi mereka dinyatakan meninggal dunia.

FJ juga membagikan kisahnya di Twitter sembari mengutuk diri sendiri.

Bayi 6 bulan meninggal setelah diajak orangtuanya motoran Tegal-Surabaya demi nonton Persebaya. (Twitter)


“Akhirnya saya belajar apa makna ‘Persebaya Sak Tekone Izrail’ berkat ketololan yg terbungkus ego dan kesombongan saya yang nekat mengajak anak sy yg berusia 6bln untuk away dari Tegal ke Surabaya demi melihat @persebayaupdate bertanding home perdana. Semoga cukup sy saja yg tolol,” bukanya dalam tweet pertama.

Cuitan itu kemudian direspons oleh netizen. Sebanyak 2 ribu lebih orang me-retweet kisah FJ tersebut.

Ia juga mendetailkan kisahnya. Setelah dirujuk ke RSAL Surabaya, FJ kesulitan memesan ambulans, entah karena apa.


Sehingga, lagi-lagi, bayi itu harus naik motor menujuk RSAL.

“Karena lampu merah di depan DTC Wonokromo dan kepalang sepur lewat Wonokromo juga, hingga akhirnya (si bayi) sudah terlalu lemah dan tak tertolong meski dokter di RSAL sudah berusaha maksimal,” cuitnya.

Walhasil, utas di media sosial itu membuat netizen gemas sekaligus murka.


Menurut mereka, kematian bisa dicegah jika si ayah memilih untuk tidak pergi menonton sepakbola di Surabaya.

“Pertimbangan tolol saya adalah tempo hari di game 729, kami sekeluarga baik-baik saja. Namun, kali ini, saya teledor dan lalai dalam melindungi keluarga,” tulisnya lagi.

“Ya memang harusnya sampean gak usah ajak anak mas. Anak umur segitu kog gak dieman. Harusnya, istri di rumah saja momong anak. Sampean berangkat sendiri. Emosi ya Allah,” tutur warganet.


“Masih bisa foto jenazah, masih sempat bikin status di Twitter, masih sempat ngetag tim sepakbola. Ga habis pikir,” murka yang lain.

“Mas, saran saya sebaiknya twitnya hapus & private akun. Beritanya semakin viral & Anda akan semakin banyak menerima komen2 amarah & frustrasi netizen. Tapi, semua itu buat apa toh nasi sudah jd bubur. Tidak mengubah situasi. Komentar tsb akan menambah luka hati keluarga Anda,” jelas yang lain.


“Gw pikir notif yang muncul cuma kekesalan netijen yg julid, gw pikir cuma clickbait berita, gw pikir orang tuanya nikah muda, ga tau apa-apa dan masih egois sesuai umurnya. Tapi, ternyata punya akun medsos dan bisa ngetweet bahkan foto anaknya juga ada. Speechless gw,” tutur warganet.

×
Berita Terbaru Update